Sabtu, 04 Januari 2014

TEORI-TEORI MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM DI NUSANTARA

A.    Pendahuluan
Islam merupakan agama Allah yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad untuk didakwahkan kepada seluruh umat manusia. Islam adalah sistem akidah, syariah, dan akhlak yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dalam berbagai hubungan, agar manusia memperoleh kedamaian baik di dunia dan di akhirat.[1] Sehingga agama yang kita anut sampai hari ini merupakan agama yang kita peroleh dari para pendakwah-pendakwah Islam. Tanpa adanya dakwah dari mareka maka belum tentu kita dapat mengenal Islam sebagai agama.
Pada hakikatnya, Islam yang masuk ke wilayah nusantara merupakan Islam yang diturunkan Allah kepada rasul-Nya yaitu Muhammad. Hanya saja, proses pendakwahannya tidak lagi dilakukan oleh nabi, tetapi sudah dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya. Ataupun, Islam yang kita anut saat ini adalah Islam yang didakwahkan oleh orang-orang Islam yang telah beliau dakwahkan sebelumnya.
Berdasarkan keterangan tersebut, maka secara sistematis penulis akan memaparkan beberapa teori tentang masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara yang terkutip dari berbagai sumber tertulis ke dalam makalah ini. Namun demikian, penulis secara sengaja berupaya mengangkat pembahasan ini secara terbatas. Terbatas dalam artian hanya mengutip pendapat-pendapat yang berkenaan dengan kapan pertama kalinya ajaran Islam itu masuk ke Nusantara, siapakah yang melakukan proses penyebaran Islam tersebut, serta bagaimana proses penyebaran itu berlangsung.
Adapun tujuan pembahasan tentang teori-teori masuk dan berkembangnya Islam ke Nusantara di dalam matakuliah tasawuf nusantara ialah untuk mengetahui apakah benar bahwa proses penyebaran Islam di Nusantara itu tidak terlepas dari praktek-praktek tasawuf  yang dikembangkan oleh para pendakwah Islam.    
B.     Pembahasan
       Berdasarkan ruang lingkup pembahasan yang telah penulis sebutkan di dalam bab pendahuluan, maka berikut ini merupakan teori-teori para peneliti tentang sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara.
Menurut Sri Mulyani, Islam yang masuk ke Nusantara tidaklah langsung dari tanah Arab. Akan tetapi, Islam yang masuk ke Nusantara pada sekitaran abad ke- 4 H- 5 H ialah memalui para pedagang dan para penyebar Islam dari negeri Persia dan India.[2]  Sedangkan menurut Muhammad Sholihin, masuknya Islam di Nusantara sangat terkait dengan sejarah dan pemikiran tasawuf yang berkembang didalamnya. Proses masuk dan berkembangnya Islam ini pertama kali ialah pada abad ke- 7 M. yang didakwahkan oleh para pedagang-pedagang Arab. Keterangan yang diungkapkan oleh Solihin ialah berdasarkan pada analogi bahwa perjalanan kapal para pedagang arab menuju ke nusantara melalui lautan India dan laut Cina Selatan ialah tergantung pada angin ataupun cuaca. Sehingga keadaan ini mengharuskan para pedagang tersebut tinggal lama di gugusan Pulau Melayu.[3]
Menurut Badri Yatim, permulaan perkembangan pelayaran dan perdagangan yang bersifat internasional antara negeri-negeri di Asia bagian Barat dan Timur pada abad ke- 7 M disebabkan oleh adanya kegiatan kerajaan Islam dibawah Bani Umayyah di bagian Barat dan kerajaan Cina zaman Dinasti Tang di Asia bagian Timur serta kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara. Namun, terkait dengan kapan dilakukan penyebaran Islam ke Nusantara itu belum ada sumber sejarah yang sahih, baik berupa prasasti, historiografi tradisional maupun berita asing. Kesahihan tersebut baru dapat dibuktikan dengan jelas ketika komunitas Islam berubah menjadi pusat kekuasaan, yaitu menjelang abad ke 13 M.[4]
Menurut Taufik Abdullah dalam bukunya Badri Yatim, permulaan datangnya para pedagang ke Nusantara pada abad ke-7 M hanya untuk berdagang. Adapun  bermukimnya mereka ditempat-tempat tertentu hanya untuk menunggu datangnya musim yang baik untuk melakukan pelayaran kembali. Dakwah Islam terhadap masyarakat Nusantara pun belum dilakukan, sehingga belum ada masyarakat yang masuk Islam.[5] Demikian juga halnya menurut Alamsyah Ratu Perwiranegara[6], kedatangan Islam ke Nusantara itu dimulai pada abad ke- 7 dan ke- 8 M. Asumsi ini didasarinya pada pernyataan Hamka bahwa Islam yang datang ke Nusantara ialah Islam yang didakwahkan oleh pedagang (saudagar) Arab. Meskipun ada yang mengatakan bahwa pendakwahnya adalah para pedang Gujarat dan Persia, namun pada dasarnya mereka itu juga orang-orang Arab.[7]
Ketika Islam sudah didakwahkan dan dianut oleh masyarakat Nusantara, maka ini bukanlah suatu proses yang terjadi secara serta merta. Namun, masuk dan berkembangnya masyarakat Islam itu melalui berbagai jalur ataupun proses. Menurut Uka Tjandrasasmita dalam bukunya Badrin Yatim, menyebutkan bahwa maraknya perkembangan Islam di Nusantara disebabkan oleh beberapa hal, yaitu adanya proses perdagangan, perkawinan, kesufian (tasawuf), pendidikan, adanya proses kesenian, serta adanya proses politik.[8]
Kemudian, berdasarkan teori-teori yang telah diungkapkan oleh para peneliti diatas maka penulis beranggapan bahwa sejarah pertama masuknya agama Islam ke Nusantara belum dapat diketahui secara pasti. Namun menurut keterangan yang penulis peroleh dari sebuah alamat blog yang ada di media internet[9], maka sumber-sumber informasi dari setiap teori para peneliti tersebut dapat dikatagorikan sebagai berikut:
1.      Awal Masuknya Islam (Abad ke-7 Masehi)
         Sumber sejarah yang menginformasikan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 Masehi adalah sebagai berikut:
  • Berita Cina zaman Dinasti Tang yang menerangkan bahwa pada tahun 674 Masehi orang-orang Arab telah menetap di Kanton. Groeneveldt berpendapat bahwa pada waktu yang sama kelompok orang Arab yang beragama Islam mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera. Perkampungan tersebut namanya Barus/Fansur.
  • Pada waktu Sriwijaya mengembangkan kekuasaan sekitar abad ke-7 dan 8, para pedagang Muslim telah ada yang singgah di kerajaan itu sehingga diduga beberapa orang di Sumatera telah memasuki Islam.
  • Pada tahun 674 M, Raja Ta-Shih mengirim duta ke kerajaan Holing untuk membuktikan keadilan, kejujuran dan ketegaran Ratu Sima.
  • Tokoh-tokoh yang mengemukakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 – 8 Masehi adalah Wan Husein Azmi, A. Hasjmy, dan Hamka. Pendukungnya H. Agus Salim, T.W. Arnold, dan D.G.E. Hall.
2.      Awal Masuknya Islam (Abad ke-11 Masehi)
          Pendapat ini didasarkan pada bukti adanya makam seorang muslimah yang bernama Fatimah Binti Maemun yang berangka tahun 1082 M. Makam ini terdapat di Leran, Gresik, Jawa Timur. Keberadaan makam Fatimah Binti Maemun ini dijadikan bukti bahwa pada sekitar abad ke-11 di kawasan tersebut telah berkembang masyarakat Muslim. Dengan demikian Islam telah datang ke kawasan itu pada abad ke-11.

3.      Awal Masuknya Islam (Abad ke-13 Masehi)
        Sumber sejarah yang menyatakan Agama Islam mulai masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M adalah sebagai berikut:
  • Catatan perjalanan Marcopolo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di  Perlak pada tahun 1292 M dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.
  • Ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 1297 M
  • Berita Ibnu Batutah dari India. Dalam perjalanannya ke Cina, Ibnu Batutah singgah di Samudra Pasai pada tahun 1345 M. Ia menceritakan bahwa Raja Samudra Pasai giat menyebarkan Agama Islam.
  • Tokoh-tokoh yang berpendapat bahwa Islam datang ke kawasan Nusantara pada abad ke-13 adalah Snouck Hurgronje, N.J. Krom, H.J. Van den Berg, dan R. Soekmono.
4.   Awal Masuknya Islam (Abad ke-15 Masehi)
Sumber sejarah yang menyatakan Agama Islam mulai masuk ke Nusantara pada abad ke-15 M adalah sebagai berikut:
  • Catatan Ma-Huan seorang Musafir Cina Islam, memberitakan bahwa pada abad ke-15 M sebagian besar masyarakat Pantai Utara Jawa Timur telah memeluk Islam.
  • Pemakaman muslim kuno di Troloyo dan Trowulan. Makam yang berangka tahun 1457 M membuktikan adanya bangsawan Majapahit yang sudah memeluk Agama Islam pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.
  • Makam salah seorang Wali Songo di daerah Gresik. Pada batu nisannya tertulis nama Malik Ibrahim (Bangsa Persia) yang wafat pada tahun 1419 M.
  • Suma Oriental dari Tome Pires, catatan musafir Portugal ini memberitakan mengenai penyebaran agama Islam antara tahun 1512 M sampai tahun 1515 M di Sumatera, Kalimantan, Jawa sampai sampai Kepulauan Maluku.
C.    Penutup
Demikianlah pembahasan tentang teori-teori sejarah masuk dan berkembang- nya Islam di Nusantara yang dapat penulis rangkum dalam makalah yang sederhana ini. Jika ada kekurangan dan kesalahan maka penulis sangat mengharapkan adanya kritikan dan saran yang membangun dari para pembaca. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka
Esposito, John dan Dalia Mogahed. 2007. Saatnya Muslim Berbicara. Bandung: PT.         Mizan Pustaka. (Sebuah Hasil Survei Gallup World Poll).
Hasymy, Ali. 1993. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam Di Indonesia. Cet. 3.          Medan: PT Al- Maarif.
Mulyani, Sri. 2006. Tasawuf Nusantara: Rangkaian Mutiara Sufi Terkemuka. Ed. 1           Cet 1. Jakarta: Kencana.
Solihin, Muhammad. 2005. Melacak Pemikiran Tasawuf Di Nusantara. Ed. 1. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Tuan Guru. Http://Www.Tuanguru.Com/2012/07/Kapan-Masuknya-Islam-Ke-Indo-nesia.Html. Diakses pada tanggal 05 November 2013. Pukul 22:15 wib.
Yatim, Badri. 2004. Sejarah Peradaban Islam. Ed. 1. Cet. 16. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.





[1] John Esposito dan Dalia Mogahed. 2007. Saatnya Muslim Berbicara. Bandung: PT. Mizan Pustaka.        (Sebuah Hasil Survei Gallup World Poll).
[2] Sri Mulyani. 2006. Tasawuf Nusantara: Rangkaian Mutiara Sufi Terkemuka. Ed. 1 Cet 1. Jakarta: Kencana. Hal. 7 
[3] Muhammad Solihin. 2005. Melacak Pemikiran Tasawuf Di Nusantara. Ed. 1. Jakarta: PT.          RajaGrafindo Persada. Hal 20.
[4] Badri Yatim. 2004. Sejarah Peradaban Islam. ed. 1. Cet. 16. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Hal. 192-193.
[5] Badri Yatim. 2004. Sejarah Peradaban Islam ... Hal. 193.
[6] Menteri agama RI. 1980. Pidatonya dalam Acara Seminar Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam Di Aceh.
[7] Hasymy, ali. 1993. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam Di Indonesia. Cet. 3. Medan: PT Al-            Maarif. Hal. 38.
[8] Badri Yatim. 2004. Sejarah Peradaban Islam ... Hal. 201-203.
[9] Tuan Guru. Http://Www.Tuanguru.Com/2012/07/Kapan-Masuknya-Islam-Ke-Indonesia.Html. Di    akses pada tanggal 05 November 2013. Pukul 22:15 wib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar