A. Pendahuluan
Islam merupakan agama Allah yang diperintahkan
kepada Nabi Muhammad untuk didakwahkan kepada seluruh umat manusia. Islam adalah
sistem akidah, syariah, dan akhlak yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dalam
berbagai hubungan, agar manusia memperoleh kedamaian baik di dunia dan di
akhirat.[1]
Sehingga agama yang kita anut sampai hari ini merupakan agama yang kita peroleh
dari para pendakwah-pendakwah Islam. Tanpa adanya dakwah dari mareka maka belum
tentu kita dapat mengenal Islam sebagai agama.
Pada hakikatnya, Islam yang masuk ke wilayah
nusantara merupakan Islam yang diturunkan Allah kepada rasul-Nya yaitu
Muhammad. Hanya saja, proses pendakwahannya tidak lagi dilakukan oleh nabi,
tetapi sudah dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya. Ataupun, Islam yang kita
anut saat ini adalah Islam yang didakwahkan oleh orang-orang Islam yang telah
beliau dakwahkan sebelumnya.
Berdasarkan keterangan tersebut, maka secara
sistematis penulis akan memaparkan beberapa teori tentang masuk dan
berkembangnya Islam di Nusantara yang terkutip dari berbagai sumber tertulis ke
dalam makalah ini. Namun demikian, penulis secara sengaja berupaya mengangkat
pembahasan ini secara terbatas. Terbatas dalam artian hanya mengutip
pendapat-pendapat yang berkenaan dengan kapan pertama kalinya ajaran Islam itu masuk
ke Nusantara, siapakah yang melakukan proses penyebaran Islam tersebut, serta
bagaimana proses penyebaran itu berlangsung.
Adapun tujuan pembahasan tentang teori-teori masuk
dan berkembangnya Islam ke Nusantara di dalam matakuliah tasawuf nusantara ialah
untuk mengetahui apakah benar bahwa proses penyebaran Islam di Nusantara itu tidak
terlepas dari praktek-praktek tasawuf
yang dikembangkan oleh para pendakwah Islam.
B. Pembahasan
Berdasarkan
ruang lingkup pembahasan yang telah penulis sebutkan di dalam bab pendahuluan,
maka berikut ini merupakan teori-teori para peneliti tentang sejarah masuk dan
berkembangnya Islam di Nusantara.
Menurut Sri
Mulyani, Islam yang masuk ke Nusantara tidaklah langsung dari tanah Arab. Akan
tetapi, Islam yang masuk ke Nusantara pada sekitaran abad ke- 4 H- 5 H ialah
memalui para pedagang dan para penyebar Islam dari negeri Persia dan India.[2] Sedangkan menurut
Muhammad Sholihin, masuknya Islam di Nusantara sangat terkait dengan sejarah
dan pemikiran tasawuf yang berkembang didalamnya. Proses masuk dan
berkembangnya Islam ini pertama kali ialah pada abad ke- 7 M. yang didakwahkan
oleh para pedagang-pedagang Arab. Keterangan yang diungkapkan oleh Solihin
ialah berdasarkan pada analogi bahwa perjalanan kapal para pedagang arab menuju
ke nusantara melalui lautan India dan laut Cina Selatan ialah tergantung pada
angin ataupun cuaca. Sehingga keadaan ini mengharuskan para pedagang tersebut
tinggal lama di gugusan Pulau Melayu.[3]
Menurut Badri
Yatim, permulaan perkembangan pelayaran dan perdagangan yang bersifat
internasional antara negeri-negeri di Asia bagian Barat dan Timur pada abad ke-
7 M disebabkan oleh adanya kegiatan kerajaan Islam dibawah Bani Umayyah di
bagian Barat dan kerajaan Cina zaman Dinasti Tang di Asia bagian Timur serta
kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara. Namun, terkait dengan kapan dilakukan penyebaran
Islam ke Nusantara itu belum ada sumber sejarah yang sahih, baik berupa
prasasti, historiografi tradisional maupun berita asing. Kesahihan tersebut
baru dapat dibuktikan dengan jelas ketika komunitas Islam berubah menjadi pusat
kekuasaan, yaitu menjelang abad ke 13 M.[4]
Menurut Taufik Abdullah dalam bukunya Badri Yatim, permulaan datangnya para
pedagang ke Nusantara pada abad ke-7 M hanya untuk berdagang. Adapun bermukimnya mereka ditempat-tempat tertentu
hanya untuk menunggu datangnya musim yang baik untuk melakukan pelayaran
kembali. Dakwah Islam
terhadap masyarakat Nusantara pun belum dilakukan, sehingga belum ada
masyarakat yang masuk Islam.[5] Demikian juga halnya menurut Alamsyah Ratu
Perwiranegara[6], kedatangan Islam ke Nusantara itu dimulai
pada abad ke- 7 dan ke- 8 M. Asumsi ini didasarinya pada pernyataan Hamka bahwa
Islam yang datang ke Nusantara ialah Islam yang didakwahkan oleh pedagang
(saudagar) Arab. Meskipun ada yang
mengatakan bahwa pendakwahnya adalah para pedang Gujarat dan Persia, namun pada
dasarnya mereka itu juga orang-orang Arab.[7]
Ketika Islam
sudah didakwahkan dan dianut oleh masyarakat Nusantara, maka ini bukanlah suatu
proses yang terjadi secara serta merta. Namun, masuk dan berkembangnya
masyarakat Islam itu melalui berbagai jalur ataupun proses. Menurut Uka
Tjandrasasmita dalam bukunya Badrin Yatim, menyebutkan bahwa maraknya
perkembangan Islam di Nusantara disebabkan oleh beberapa hal, yaitu adanya proses
perdagangan, perkawinan, kesufian (tasawuf), pendidikan, adanya proses
kesenian, serta adanya proses politik.[8]
Kemudian, berdasarkan teori-teori yang telah diungkapkan oleh para peneliti
diatas maka penulis beranggapan bahwa sejarah pertama masuknya agama Islam ke Nusantara
belum dapat diketahui secara pasti. Namun menurut keterangan yang penulis
peroleh dari sebuah alamat blog yang ada di media internet[9], maka
sumber-sumber informasi dari setiap teori para peneliti tersebut dapat dikatagorikan
sebagai berikut:
1. Awal Masuknya Islam (Abad ke-7 Masehi)
Sumber sejarah yang menginformasikan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 Masehi adalah sebagai berikut:
Pendapat ini didasarkan pada bukti adanya makam seorang muslimah yang bernama Fatimah Binti Maemun yang berangka tahun 1082 M. Makam ini terdapat di Leran, Gresik, Jawa Timur. Keberadaan makam Fatimah Binti Maemun ini dijadikan bukti bahwa pada sekitar abad ke-11 di kawasan tersebut telah berkembang masyarakat Muslim. Dengan demikian Islam telah datang ke kawasan itu pada abad ke-11.
1. Awal Masuknya Islam (Abad ke-7 Masehi)
Sumber sejarah yang menginformasikan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 Masehi adalah sebagai berikut:
- Berita Cina zaman Dinasti Tang yang menerangkan bahwa pada tahun 674 Masehi orang-orang Arab telah menetap di Kanton. Groeneveldt berpendapat bahwa pada waktu yang sama kelompok orang Arab yang beragama Islam mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera. Perkampungan tersebut namanya Barus/Fansur.
- Pada waktu Sriwijaya mengembangkan kekuasaan sekitar abad ke-7 dan 8, para pedagang Muslim telah ada yang singgah di kerajaan itu sehingga diduga beberapa orang di Sumatera telah memasuki Islam.
- Pada tahun 674 M, Raja Ta-Shih mengirim duta ke kerajaan Holing untuk membuktikan keadilan, kejujuran dan ketegaran Ratu Sima.
- Tokoh-tokoh yang mengemukakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 – 8 Masehi adalah Wan Husein Azmi, A. Hasjmy, dan Hamka. Pendukungnya H. Agus Salim, T.W. Arnold, dan D.G.E. Hall.
Pendapat ini didasarkan pada bukti adanya makam seorang muslimah yang bernama Fatimah Binti Maemun yang berangka tahun 1082 M. Makam ini terdapat di Leran, Gresik, Jawa Timur. Keberadaan makam Fatimah Binti Maemun ini dijadikan bukti bahwa pada sekitar abad ke-11 di kawasan tersebut telah berkembang masyarakat Muslim. Dengan demikian Islam telah datang ke kawasan itu pada abad ke-11.
3.
Awal Masuknya Islam (Abad ke-13
Masehi)
Sumber sejarah yang
menyatakan Agama Islam mulai masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M adalah
sebagai berikut:
- Catatan perjalanan Marcopolo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 M dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.
- Ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 1297 M
- Berita Ibnu Batutah dari India. Dalam perjalanannya ke Cina, Ibnu Batutah singgah di Samudra Pasai pada tahun 1345 M. Ia menceritakan bahwa Raja Samudra Pasai giat menyebarkan Agama Islam.
- Tokoh-tokoh yang berpendapat bahwa Islam datang ke kawasan Nusantara pada abad ke-13 adalah Snouck Hurgronje, N.J. Krom, H.J. Van den Berg, dan R. Soekmono.
4. Awal Masuknya Islam (Abad ke-15 Masehi)
Sumber sejarah yang menyatakan Agama Islam mulai masuk ke Nusantara pada
abad ke-15 M adalah sebagai berikut:
- Catatan Ma-Huan seorang Musafir Cina Islam, memberitakan bahwa pada abad ke-15 M sebagian besar masyarakat Pantai Utara Jawa Timur telah memeluk Islam.
- Pemakaman muslim kuno di Troloyo dan Trowulan. Makam yang berangka tahun 1457 M membuktikan adanya bangsawan Majapahit yang sudah memeluk Agama Islam pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.
- Makam salah seorang Wali Songo di daerah Gresik. Pada batu nisannya tertulis nama Malik Ibrahim (Bangsa Persia) yang wafat pada tahun 1419 M.
- Suma Oriental dari Tome Pires, catatan musafir Portugal ini memberitakan mengenai penyebaran agama Islam antara tahun 1512 M sampai tahun 1515 M di Sumatera, Kalimantan, Jawa sampai sampai Kepulauan Maluku.
C. Penutup
Demikianlah pembahasan tentang teori-teori
sejarah masuk dan berkembang- nya Islam di Nusantara yang dapat penulis rangkum
dalam makalah yang sederhana ini. Jika ada kekurangan dan kesalahan maka
penulis sangat mengharapkan adanya kritikan dan saran yang membangun dari para
pembaca. Semoga bermanfaat.
Daftar Pustaka
Esposito, John dan Dalia Mogahed. 2007. Saatnya Muslim Berbicara.
Bandung: PT. Mizan Pustaka. (Sebuah
Hasil Survei Gallup World Poll).
Hasymy, Ali. 1993. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam
Di Indonesia. Cet. 3. Medan:
PT Al- Maarif.
Mulyani, Sri. 2006. Tasawuf Nusantara: Rangkaian Mutiara Sufi
Terkemuka. Ed. 1 Cet 1. Jakarta:
Kencana.
Solihin, Muhammad. 2005. Melacak Pemikiran Tasawuf Di Nusantara.
Ed. 1. Jakarta: PT. RajaGrafindo
Persada.
Tuan Guru. Http://Www.Tuanguru.Com/2012/07/Kapan-Masuknya-Islam-Ke-Indo-nesia.Html. Diakses
pada tanggal 05 November 2013. Pukul 22:15 wib.
Yatim, Badri. 2004. Sejarah Peradaban Islam. Ed. 1. Cet. 16.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
[1] John Esposito dan Dalia Mogahed. 2007. Saatnya Muslim Berbicara. Bandung: PT. Mizan
Pustaka. (Sebuah Hasil Survei
Gallup World Poll).
[2] Sri Mulyani.
2006. Tasawuf Nusantara: Rangkaian Mutiara Sufi Terkemuka. Ed. 1 Cet 1. Jakarta: Kencana. Hal. 7
[3] Muhammad Solihin. 2005. Melacak Pemikiran Tasawuf Di Nusantara. Ed. 1. Jakarta:
PT. RajaGrafindo Persada. Hal 20.
[4] Badri Yatim.
2004. Sejarah Peradaban Islam. ed. 1. Cet. 16. Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada. Hal. 192-193.
[6] Menteri agama
RI. 1980. Pidatonya dalam Acara Seminar Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam Di Aceh.
[7] Hasymy, ali.
1993. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam Di Indonesia. Cet. 3.
Medan: PT Al- Maarif. Hal. 38.
[9]
Tuan Guru. Http://Www.Tuanguru.Com/2012/07/Kapan-Masuknya-Islam-Ke-Indonesia.Html. Di akses pada tanggal 05 November 2013. Pukul
22:15 wib.